LAPORAN PENDAHULUAN
DENGAN MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI
I. LANDASAN TEORI
A. DEFINISI
Nutrisi adalah proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh yang bertujuan menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas tubuh. Dimana zat makanan itu terdiri atas zat-zat gizi dan zat lain yang dapat menghasilkan energi dan tenaga. Nutrisi juga berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan penting dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya.
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaaan dimana individu yang mengalami kekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolic.( Wilkinso Judith M. 2007.
B. STRUKTUR DAN FUNGSI NUTRISI
Nutrient atau kandungan zat yang terdapat dalam makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terdiri dari 6 kategori, yaitu : karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.
Karbohidrat
Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi utama dan merupakan bahan bakar untuk otak,otot rangka selama latihan,eritrosit dan leukosit,dan medula renal.
Sumber karbohidrat : beras, tepung-tepungan, gula, buah dan lain-lain.
Protein
Berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh, juga bisa menghasilkan kalori, sintesa hormon, katalisator enzim (dari proses absorpsi, metabolisme dan katabolisme) dan anti bodi.
Sumber protein : daging sapi, ayam, ikan, telur, susu, tahu, tempe dan kacang-kacangan.
Lemak
Fungsi lemak adalah untuk menyediakan kebutuhan kalori, menjaga temperatur tubuh dan organ tubuh dengan lapisan lemak dan juga menjaga fungsi normal dari kulit.
Sumber lemak : mentega, margarin, minyak kelapa, cream, lemak hewan dan kacang-kacangan.
Vitamin
Vitamin A
Penting untuk pertumbuhan tulang, rambut, dan kulit serta kesehatan mata. Vitamin A juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Sumber vitamin A : hati, daging, mentega, keju, susu, kuning telur, buah dan sayuran berwarna.
Vitamin D
Membantu tubuh untuk menyerap kalsium dan fosfor, membentuk dan menjaga kesehatan tulang dan gigi. Sumber Vitamin D : susu dan hasilnya, kuning telur, hati ikan tuna, salem.
Vitamin E
Penting untuk proses metabolisme, menjaga kesehatan kulit dan otot. Sebagai antioksidan dalam menjaga sel dan jaringan tubuh dari kerusakan. Sumber Vitamin E : kuning telur, kacang kedelai, sayuran hijau, margarin, roti, kentang dan gandum.
Vitamin K
Penting untuk penggumpalan darah. Sumber vitamin K : sayuran hijau.
Vitamin C
- Penting untuk pemeliharaan kesehatan gigi, gusi, kulit, otot dan tulang
- Mempercepat penyembuhan luka
- Meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi
- Membantu penyerapan zat besi
Sumber Vitamin C : sayuran segar dan buah-buahan segar
Vitamin B Compleks
- Mengambil peranan penting pada metabolisme karbohidrat
- Meningkakan selera makan
- Menjaga fungsi normal dari pencernaan, jantung dan sistem saraf
- Sumber Vitamin B Compleks : beras, daging, susu, kacang-kacangan, telur dan kedelai.
C. NUTRISI ESENSIAL
Nutrisi dikatakan esensial bagi tubuh jika tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri sehingga harus dipenuhi dari sumber makanan seperti karbohidrat, protein, lemak dan berbagai vitamin dan mineral. Jadi, nutrisi esensial penting agar tubuh dapat memproduksi nutrisi nonesensial.
1. Karbohidarat
Karbohidrat merupakan senyawa yang mengandung zat karbon dalam ikatan hydrogen dan oksigen dalam suatu perbandingan 1:2:1.
Fungsi karbohidrat :
· Sebagai sumber energy utama bagi tubuh
· Penting dalam mempertahankan integritas fungsi sel syaraf
· Sebagai sumber energy otak
2. Lemak
Merupakan sumber energy yang kedua setelah karbohidrat. Pencernaan lemak dimuali dari lambung (walaupunhanyasedikit), karena dalam mulut tidak ada enzim pemecah lemak.
Fungsi lemak :
· Sumber cadangan energi
· Isolator suhu tubuh
· Pelarut vitamin A, D, E, dan K
3. Potein
Protein adalah nutrient utama yang diperlukan oleh tubuh. Protein yang telah diubah ke dalam bentuk asam amino mempunyai sifat larut dalam air.
Fungsi protein :
· Mempertahankan kesehatan dan vitalitas tubuh
· Pertumbuhan dan perkembangan semua jaringan tubuh
· Pembentukan enzim, antibody , dan suu saat proses laktasi
4. Vitamin
Vitamin merupakan zat organic yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit dan akan menimbulkan penyakit yang khas bila tubuh tidak memperolehnya dalam jumlah yang mencukupi.
5. Mineral
Umumnya mineral diserap dengan mudah melalui dinding usus halus secara difusi pasif maupun transportasi aktif.
6. Air
Air merupakan zat makanan yang paling mendasar yang dibutuhkan oleh tubuh manusia terdiri atas 70-50% air.
D. FISIOLOGI
Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrien (zat yang sudah dicerna), air, dan garam yang berasal dari zat makanan untuk didistribusikan ke sel-sel melalaui sistem sirkulasi. Zat makanan merupakan sumber energi bagi tubuh seperti ATP yang dibutuhkan sel-sel untuk melaksanakn tugasnya.
Agar makanan dapat dicerna secara optimal dalam saluran pencernaan , maka saluran pencernaan harus mempunyai persediaan air, elektrolit dan zat makanan yang terus menerus.Untuk ini dibutuhkan:
Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrien (zat yang sudah dicerna), air, dan garam yang berasal dari zat makanan untuk didistribusikan ke sel-sel melalaui sistem sirkulasi. Zat makanan merupakan sumber energi bagi tubuh seperti ATP yang dibutuhkan sel-sel untuk melaksanakn tugasnya.
Agar makanan dapat dicerna secara optimal dalam saluran pencernaan , maka saluran pencernaan harus mempunyai persediaan air, elektrolit dan zat makanan yang terus menerus.Untuk ini dibutuhkan:
1 Pergerakan makan melaui saluran pencernaan.
2 Sekresi getah pencernaan.
3 Absorbpsi hasil pencernaan, air, dan elektrolit.
4 Sirkulasi darah melalui organ gastrointestinal yang membawa zat yang diabsorbpsi.
5 Pengaturan semua fungsi oleh sistem saraf dan hormon
Dalam lumen saluran gastroinrestinal (GI) harus diciptakan suatu lingkunugan khusus supaya pencernaan dan absorbsi dapat berlangsung.
Sekresi kelenjar dan kontraksi otot harus dikendalikan sedemikian rupa supaya tersedia lingkungan yang optimal. Mekanisme pengendalian lebih banyak dipengaruhi oleh volume dan komposisi kandungan dan lumen gastrointestinal.
Sistem pengendalian harus dapat mendeteksi keadaan lumen.sistem ini terdapat didalam dinding saluran gastrointestinal. Kebanyakan refleks GI dimulai oleh sejumlah rangsangan dilumen yaitu regangan dinding oleh isi lumen ,osmolaritas kimus atau konsenttrasi zat yang terlarut, keasaman kimus atau konsentrsi ion H, dan hasil pencernaan karbohidrat, lemak, protein (monosakarida, asam lemak dan peptide dari asam amino).
Sekresi kelenjar dan kontraksi otot harus dikendalikan sedemikian rupa supaya tersedia lingkungan yang optimal. Mekanisme pengendalian lebih banyak dipengaruhi oleh volume dan komposisi kandungan dan lumen gastrointestinal.
Sistem pengendalian harus dapat mendeteksi keadaan lumen.sistem ini terdapat didalam dinding saluran gastrointestinal. Kebanyakan refleks GI dimulai oleh sejumlah rangsangan dilumen yaitu regangan dinding oleh isi lumen ,osmolaritas kimus atau konsenttrasi zat yang terlarut, keasaman kimus atau konsentrsi ion H, dan hasil pencernaan karbohidrat, lemak, protein (monosakarida, asam lemak dan peptide dari asam amino).
Proses pencernaan makanan antara lain :
1. Mengunyah
2. Menelan(deglusi)
a. Pengaturan saraf pada tahap menelan
b. Tahap menelan diesofagus
3. Makanan dilambung
4. Pengosongan dilambung
5. Factor reflexs duodenum
6. Pergerakan usus halus
a. Gerakan kolon
b. Gerakan mencampur
c. Gerakan mendorong
7. Defekasi
MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi klinis atau tanda dan gejala nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh menurut buku saku diagnosa keperawatan NIC-NOC antara lain :
A. Subjektif
a.Kram abdomen
b.Nyeri abdomen dengan atau tanpa penyakit.
c.Merasakan ketidakmampuan untuk mengingesti makanan.
d.Melaporkan perubahan sensasi rasa.
e.Melaporkan kurangnya makanan.
f.Merasa kenyang segrav setelah mengingesti makanan.
B. Objektif
a.Tidak tertarik untuk makan.
a.Tidak tertarik untuk makan.
b.Diare.
c.Adanya bukti kekurangan makanan.
c.Adanya bukti kekurangan makanan.
d.Kehilangan rambut yang berlebiahan.
e.Busing usus hiperaktif.
f.Kurangnya minat pada makanan.
g.Luka,rongga mulut inflamasi.
F. MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI
1. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan tidak berpuasa (normal) atau resiko penurunan berat badan akibat ketidakcukupan asupan nutrisi kebutuhan matabolisme.
Tanda klinis :
· Berat badan 10-20% dibawah normal
· Tinggi badan dibawah ideal
· Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot
· Adanya penurunan albumin serum
Kemungkinan penyebab :
· Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kalori akibat penyakit infeksi atau kanker
· Penurunan absrobsi nutrisi
· Nafsu makan menurun
2. Kelebihan nutrisi
Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang mempunyai resiko peningkatan bera t badan akibat asupan kebutuhan nutrisi secara berlebihan.
Tanda klinis :
· Berat badan lebih dari 10% berat ideal
· Adanya jumlah asupan yang berlebihan
· Aktivitas menurun atau monoton
Kemungkinan penyebab :
· Perubahan pola makan
· Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman
3. Obesitas
Obesitas merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari 20% berat badan normal
4. Kurang Nutrisi
Kurang nutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan zat gizi pada tingkat sel. Gejala umumnya adalah berat badan rendah dengan asupan makanan yang cukup atau asupan kurang dari kebutuhan tubuh, adanya kelemahan otot, dan penurunan energi, pucat pada kulit, membrane mukosa , konjungtiva, dll.
5. Diabetes Melitus
Diabetes mellitus merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan adanya gangguan metabolism karbohidrat akibat kekurangan insulin atau penggunaan karbohidrat secara berlebuhan.
6. Hipertensi
Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yang juga disebabkan oleh berbagai masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab dari adanya obesitas serta asupan kalsium, natrium, dan gaya hidup yang berlebuhan.
7. Penyakit jantung coroner
Penyakit jantung coroner merupakan gangguan nutrisi yang disebabkan oleh adanya peningkatan kolesterol darah dan merokok.
8. Kanker
Kanker merupakan gangguan nutrisi yang disebabkan pengkonsumsian lemak secara berlebihan.
9. Anoreksia nervosa
Merupakan penurunan berat badan secara mendadak dan berkepanjangan, ditandai dengan adanya konstipasi , pembengkakan badan, nyeri abdomen, kedinginan, letar gi dan kelebihan energi.
G. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN NUTRISI
1. Pengetahuan
Pengetahuan yang kurang tentang manfaat makanan bergizi dapat mempengaruhi pola konsumsi makan.
2. Prasangka
Prasangka buruk terhadap beberapa jenis bahan makanan bergiz itinggi dapat mempengaruhi status gizi seseorang.
3. Kebiasaan
Kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan tertentu juga dapat mempengaruhi status gizi
4. Kesukaan
Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat mengakibatkan kurang variasi makanan, sehingga tubuh tidak memperoleh zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh.
5. Ekonomi
Status ekonomi dapat mempengaruhi perubahan status gizi karena penyediaan makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit.
II. KONSEP ASKEP PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI
A. Pengkajian keperawatan
Pengkajian keperawatan terhadap masalah kebutuhan nutrisi dapat meliputi pengkajian khusus masalah nutrisi dan pengkajian fisik secara umum yang berhubungan dengan kebutuhan nutrisi
1. Riwayat keparawatan
Riwayat makanan meliputi informasi atau keterangan tentang pola makan, tipe makanan yang dihindari ataupun diabaikan, makanan yang lebih disukai, yang dapat digunakan untuk membantu merencanakan jenis makanan untuk masa selanjutnya.
2. Kemampuan makan
Beberapa hal yang perlu dikaji dalam hal kemampuan makan, antara lain kemampuan mengunyah,menelan dan makan sendiri tanpa bantuan orang lain.
3. Pengetahuan tentang nutrisi
aspek lain yang sangat penting dalam pengkajian nutrisi adalah penentuan tingkat pengetahuan pasien mengenai kebutuhan nutrisi
4. Nafsu makan,jumlah asupan
5. Tingkat aktivitas
6. Pengonsumsian obat
7. Penampilan fisik
8. Pengukuran antropometrik, data biomedis (biomedical data), tanda-tanda klinis status nutrisi (clinical sign), diet (dietary)
a. Antoprometri
1. Tinggi badan. Pengukuran tinggi badan pada individu dewasa dan balita dilakukan dalam posisi berdiri tanpa alas kaki, sedangkan pada bayi dilakukan dalam posisi berbaring.
2. Berat badan
Alat serta skala ukur yang digunakan harus sama setiap kali menimbang.
Pasien ditimbang tanpa alas kaki.
Pakaian diusahakan tidak tebal dan relatif sama beratnya setiap kali menimbang.
Waktu penimbangan relatif sama, misalnya sebelum dan sesudah makan.
3. Tebal lipatan kulit
Anjuran klien untuk membuka baju guna mencegah kesalahan pada hasil pengukuran.
Perhatikan selalu privasi dan rasa nyaman klien.
Dalam pengukuran TSF utamakan lengan klien yang tidak dominan.
Pengukuran TSF dilakukan pada titik lengan atas, antara akromion dan olekranon.
Ketika pengukuran dilakukan, anjurkan klien untuk relaks.
Alat yang digunakan adalah kaliper
4. Lingkaran tubuh : umumnya area tubuh yang digunakan untuk pengukuran ini adalah kepala, dada dan otot bagian tengah lengan atas.
b. Biomedis
Nilai umum yang digunakan dalam pemeriksaan ini adalah kadar total limfosit, albumin serum, zat besi, transferin serum, kreatinin, hemoglobin, hemotokrit, keseimbangan nitrogen dan tes antigen kulit (Barkaukas, 1995).Tanda dan gejala klinis defisiensi nutrisi
Bagian tubuh
|
Tanda klinis
|
Kemungkinan kekurangan
|
Tanda umum
|
Penurunan berat badan, lemah, lesu
Rasa haus adanya dehidrasi
Pertumbuhan terhambat
|
-Kalori
-Cairan
-Vitamin A
|
Rambut
|
Kusut, kakuningan, kekurangan pigmen
|
Protein
|
Kulit
|
Adanya radang pada kulit atau dermatitis
Sedangkan pada bayi terjadi dermatosis adanya petechial hemorhagik
Eksema
|
-Niasin, riboflavin dan biotinemak
-Asam asetat
-Pirodoksin
|
Mata
|
Fotofebia atau penglihatan ganda
Rabun senja
|
-Roboflavin
-Vitamin A
|
Mulut
|
Stomatis
Glositis
|
-Riboflavin
-Niasin, asam volat, sianokobalamin (vit B12) dan zat besi
|
Gigi
|
Karies gigi
|
Fluorida
|
Sistem neuramuskular
|
Kejang
Lemah otot
|
-Vitamin D
-Kalium
|
Tulang
|
Riketsia
|
Vitamin D
|
Sistem gastrointestinal
|
Anoreksia atau nafsu makan menurun
Mual dan muntah
|
-Tiamin
-Garam dapur
|
Sistem endrokin
|
Gondok
|
Iodium
|
Sistem kardiovaskular
|
Adanya pendarahan
Penyakit jantung
Anemia
|
-Vitamin K
-Tiamin
-Piridoksin dan zat besi
|
Sistem saraf
|
Kelainan mental
Kelainan saraf perifer
|
-Sianokobalamin
|
c. Clinical sign
d. diet
9. Laboratorium
B. Diagnosis Keperawatan
1. Ketidakseimbangan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan :
a. Faktor Biologis
b. Faktor ekonomi
c. Ketidakmampuan untuk mengabsorbsi nutrien
d. Ketidakmampuan untuk mencerna makanan
e. Ketidakmampuan menelan makanan
f. Faktor psikologis
2. Ketidakseimbangan Nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan :
a. Asupan berlebihan dalam kaitannya dengan kebutuhan metabolik
b. Asupan berlebihan dalam kaitannya dengan aktivitas fisik(konsumsi kalori)
3. Resiko ketidakseimbangan Nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan :
4. Gangguan Menelan berhubungan dengan :
a. Defisit Kongenital
b. Masalah Neurologis
C. Rencana Keperawatan
Tujuan :
1. Meningkatakan nafsu makan apabila nutrisi kurang
2. Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi
3. Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral
Rencana Tindakan :
1. Monitor perubahan faktor yang menyebabkan terjadinya kekurangan kebutuhan nutrisi atau kelebihannya dan status kebutuhan nutrisinya
2. Kurangi faktor yang memepengaruhi perubahan nutrisi
3. Ajarkan untuk merencanakan makanan
4. Kaji tanda vital dan bising usus
5. Monitor glukosa,elektrolit,albumin dan hemoglbin
6. Berikan pendidikan tentang cara diet,kebutuhan kalori,atau tindakan lainnya
Tindakan pada gangguan kekurangan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengurangi kondisi atau gejala penyakit yang menyebabkan penurunan nafsu makan
2. Memberikan makanan yang disukai sedikit demi sedikit tapi sering dengan memperhatikan jumlah kalori dan tanpa kontra indikasi
3. Menata ruangan senyaman mungkin
4. Menurunkan stres psikologis
5. Menjaga kebersihan mulut
6. Menyajikan makanan mudah dicerna
7. Hindari makanan yang mengandung gas
Tindakan pada gangguan kelebihan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara :
1. Hindari makanan yang mengandung lemak
2. Berikan motivasi untuk menurunkan berat badan
3. Lakukan program olah raga
- Perencanaan dan Implementasi
1. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh.
Yang berhubungan dengan :
Penurunan asupan oral, ketidaknyamanan pada mulut, mual, muntah.
Penurunan absorpsi nutrisi
Muntah, anoreksia, gangguan digesti
Depresi, stres, isolasi sosial
Kriteria hasil
Klien akan mengonsumsi kebutuhan nutrisi harian sesuai dengan tingkat aktivitas dan kebutuhan metabolik.
Indikator
Menjelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat
Mengidentifikasi kekurangan atau defisiensi dalam asupan sehari-hari
Menyebutkan metode-metode untuk meningkatkan nafsu makan
Intervensi umum
Mandiri
Menjelaskan perlunya konsumsi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan cairan yang adekuat.
Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menetapkan kebutuhan kalori harian dan jenis makanan yang sesuai dengan klien.
Diskusikan bersama klien kemungkinan penyebab hilangnya nafsu makan.
Anjurkan klien untuk istirahat sebelum makan.
Tawarkan makanan dalam jumlah sedikit tetapi sering.
Pada kondisi menurunnya nafsu makan, batasi asupan cairan saat makan dan hindari mengonsumsi cairan satu jam sebelum dan sesudah makan.
Dorong dan bantu klien untuk menjaga kebersihan mulut yang baik.
Atur agar posisi makanan tinggi kalori dan tinggi protein disajikan saat klien biasanya paling lapar.
Lakukan langkah-langkah untuk meningkatkan nafsu makan
Tentukan makanan kesukaan klien dan atur agar makanan tersebut tersaji apabila memungkinkan.
Hilangkan bau dan pemandangan yang tidak sedap dari area makan.
Kontrol rasa nyeri dan mual sebelum makan.
Anjurkan orang terdekat klien untuk membawa makanan yang diperbolehkan dari rumah apabila memungkinkan.
Ciptakan lingkungan yang santai saat makan.
Beri klien daftar materi nutrisi diet yang terdiri atas :
Asupan tinggi karbohidrat kompleks dan serat.
Pengurangan asupan gula, garam, kolesterol, lemak total dan lemak jenuh.
Penggunaan alkohol hanya dalam jumlah sedang.
Asupan kalori yang sesuai untuk mempertahankan berat badan ideal.
2. Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan
Yang berhubungan dengan :
Perubahan pada indera pengecapan dan penciuman.
Medikasi (Kortikosteroid, antihistamin, estrogen).
Risiko peningkatan berat badan sebesar 12,5-15 kg selama kehamilan.
Penurunan pola aktivitas, penurunan kebutuhan metabolik.
Kriteria hasil
Klien akan menjelaskan mengapa dia berisiko mengalami peningkatan berat badan.
Indikator
▪ Menjelaskan alasan peningkatan asupan pada kondisi defisit pengecapan atau panciuman.
▪ Mendiskusikan kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
▪ Mendiskusikan pengaruh olah raga terhadap pengontrolan berat badan.
Intervensi umum
▪ Kaji adanya faktor penyebab peningkatan berat badan, seperti penurunan indera pembau dan perasa pengaruh medikasi, atau riwayat penambahan berat badan lebih dari 15 kg selama kehamilan.
▪ Jelaskan pengaruh penurunan indera perasa dan pembau pada persepsi kenyang setelah makan. Anjurkan klien untuk mengevaluasi asupan berdasarkan penghitungan jumlah kalori, bukan perasaan kenyang.
▪ Jelaskan rasional peningkatan selera makan akibat penggunaan obat-obatan tertentu (misalnya, steroid, androgen).
▪ Diskusikan tentang asupan nutrisi dan peningkatan berat badan selama kehamilan.
▪ Tingkatkan kesadaran klien mengenai berbagai tindakan yang bisa menyebabkan peningkatkan asupan makanan.
Minta klien menuliskan seluruh makanan yang dikonsumsinya dalam 24 jam terakhir.
Instruksikan klien untuk membuat buku harian diet selama 1 minggu yang menjelaskan hal-hal berikut : jenis makanan, kapan, dimana, dan mengapa klien makan, serta kehadiran orang lain saat makan.
Tinjau kembali buku harian diet untuk mengetahui pola makan klien yang mempengaruhi asupan makannya.
▪ Ajarkan teknik-teknik modifikasi prilaku untuk mengurangi asupan kalori, seperti :
- Jangan makan pada saat melakukan kegiatan.
- Minum satu gelas air sesaat sebelum makan.
- Kurangi porsi makanan tambahan, makanan berlemak, makanan manis dan alkohol.
- Siapkan makanan dalam porsi kecil yang hanya cukup untuk satu kali makan dan buang sisanya.
- Makan dengan perlahan dan kunyah makanan hingga sempurna.
▪ Instrusikan klien untuk memperbanyak aktivitas guna membakar kalori.
3. Ketidakseimbangan nutrisi : potensial lebih dari kebutuhan
Pada dasarnya diagnosis keperawatan ini mirip dengan risiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh. Diagnosis ini menggambarkan individu yang memiliki riwayat obesitas pada keluarga, yang juga memperlihatkan pola berat badan yang lebih tinggi serta individu yang pernah memiliki riwayat peningkatan berat badan yang berlebihan (misalnya, kehamilan sebalumnya). Sampai penelitian klinis membedakan diagnosis tersebut ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan (aktual atau risiko) atau risiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh untuk memberikan penyuluhan langsung guna mambantu klien dan keluarga mengidentifikasi pola diet yang tidak sehat.
D. Evaluasi
Asuhan keperawatan yang kita berikan dikatakan berhasil bila :
1. Klien mampu mengatasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi diet.
2. Klien mampu mengontrol pola makannya.
3. Klien merasa nyaman saat makan.
DAFTAR PUSTAKA
Herdman, T.Heather.2011. Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2009-2011. EGC : Jakarta
Nanda. 2011. Nursing Diagnosa Prinsip dan Classification 2009-2011. Philadelpia : USA
Perry, Potter.2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan.EGC : Jakarta
Sparks Ralps, Sheila, M.Taylor, Cynthia.2011.Diagnosa Keperawatan Dengan Rencana Asuhan.EGC : Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar