KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
v Identitas pasien
v Status kesehatan
§ Status kesehatan saat ini
- Keluhan Utama (saat MRS dan saat ini)
- Alasan MRS dan perjalanan penyakit saat ini
- Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya
§ Status kesehatan masa lalu
- Penyakit yang pernah dialami
- Pernah dirawat
- Alergi
- Kebiasaan (merokok/kopi/alcohol atau lain – lain yang merugikan kesehatan)
§ Riwayat penyakit keluarga
§ Keadaan lingkungan (memelihara hewan unggas )
v Pola Kebutuhan dasar (menurut Virginia Hunderson)
§ Bernafas
§ Makan dan minum
§ Eleminasi
§ Gerak dan aktifitas
§ Istirahat tidur
§ Pengaturan suhu tubuh
§ Kebersihan diri
§ Rasa nyaman
§ Rasa aman
§ Sosial
§ Pengetahuan
§ Rekreasi
§ Spiritual
§ Prestas
v Pemeriksaan fisik
o Keadaan umum
o Tanda – tanda vital (Nadi,Temp,RR,TD)
o Pemeriksaan penunjang
- Darah rutin (leukosit, hitung jenis, Hb)
- Fungsi hati
- Fungsi ginjal
- Ronsen foto dada
- AGD
- Deteksi virus
o Pemeriksaan laboratorium:
a. Isolasi virus dari bahan:
- Darah
- Internal organ
- Hapusan hidung dan mulut
b. Serologi:
1. Antibody detection:
- ELISA (enzim link assay/ELA)
- HI (Haemaglutinin Inhibition Test)
- CFT (Compliment Fixation Test)
2. Antigen detection: (HI, IF/FA)
v Data Subjektif
- Pasien mengatakan badannya terasa panas
- Pasien mengatakan nyeri pada tenggorokannya
- Pasien mengatakan tidak nafsu makan
- Pasien mengatakan dadanya terasa nyeri dan sesak saat bernafas
- Pasien mengatakan dirinya sempat muntah dan diare
v Data objektif
- Suhu badan pasien meningkat diatas 38 0 C
- Pada pemeriksaan photo thorax terdapat infiltrate di paru
- BB menurun
- Pasien tampak batuk dan mengeluarkan sputum
- Pasien tampak sesak dengan RR diatas 30 x/menit
- PaO2 atau FiO2 < 250 mmHg
- Tekanan sistolik < 90 mmHg, tekanan diastolic < 60 mmHg
- Serum kreatinin ≥ 2mg/dl
- Jumlah limfosit, leukosit dan trombosit menurun
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan peningkatan produksi sekret
b. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan ekspansi dada
c. Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi ditandai dengan peningkatan suhu tubuh
d. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan meningkatnya peristaltik usus ditandai mual muntah
e. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan meningkatnya peristaltic usus ditandai dengan diare.
f. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan metabolisme anaerob ditandai dengan pasien tampak meringis
3. RENCANA TINDAKAN
DIAGNOSA KEPERAWATAN
|
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sekret
|
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan jalan nafas pasien efektif
Kriteria hasil :
Eksudat dapat dapat di keluarkan
|
- Berikan psioterapi dada dan Anjurkan pasien untuk batuk efektif
- Berikan cairan sedikitnya 2500 ml per hari (kecuali kontra indikasi)
- Pengisapan sesuai indikasi ( pasien tidak sadar)
- Kolaborasi dalam pemberian tindakan nebulizer
|
- Dengan batuk efektif dan pembersihan eksudat, jalan nafas pasien menjadi lancar
- Cairan (khususnya yang hangat) memobilisasi dan merangsang pengeluaran sekret
- Pemberian udara hangat dan basa dapat mengencerkan sekret sehingga mudah dikeluarkan
- Pemberian obat melalui Neboliser akan membantu mengencerkan dahak
|
Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan ekspansi dada
|
Tujuan :
Setelah diberikan askep selama ….x24 jam pola nafas pasien kembali normal
Kriteria hasil :
|
Mandiri :
- Pantau pemasukan/ pengeluaran. Hitung keseimbangan cairan, catat kehilangan tak kasat mata. Timbang berat badan sesuai indikasi.
- Evaluasi turgor kulit, kelembaban membran mukosa, adanya edema dependen/ umum.
- Pantau tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi, pernafasan). Auskultasi bunyi nafas, catat adanya krekels.
- Kaji ulang kebutuhan cairan. Buat jadwal 24 jam dan rute yang digunakan.Pastikan minuman/ makanan yang disukai pasien
- Hilangkan tanda bahaya dan ketahui dari lingkungan. Berikan kebersihan mulut yang sering.
- Anjurkan pasien untuk minum dan makan dengan perlahan sesuai indikasi.
Kolaborasi :
- Berikan cairan IV melalui alat kontrol.
- Pemberian antiemetik, contoh proklorperazin maleat (compazine), trimetobenzamid (tigan), sesuai indikasi.
- Pantau pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi, contoh Hb/Ht, BUN/ kreatinin, protein plasma, elektrolit.
|
- Evaluator langsung status cairan. Peubahan tiba-tiba pada berat badan dicurigai kehilangan/ retensi cairan.
- Indikator langsung status cairan/ perbaikan ketidakseimbangan.
- Kekurangan cairan mungkin dimanifestasikan oleh hipotensi dan takikardi, karena jantung mencoba untuk mempertahankan curah jantung. Kelebihan cairan/ terjadinya gagal mungkin dimanifestasikan oleh hipertesi, takikardi, takipnea, krekels, distres pernapasan.
- Tergantung pada situasi, cairan dibatasi atau diberikan terus. Pemberian informasi melibatkan pasien pada pembuatan jadwal dengan kesukaan individu dan meningkatkan rasa terkontrol dan kerjasama dalam program.
- Dapat menurunkan rangsang muntah
- Dapat menurunkan terjadinya muntah bila mual.
- Cairan dapat dibutuhkan untuk mencegah dehidrasi, meskipun pembatasan cairan mungkin diperlukan bila pasien GJK.
- Dapat membantu menurunkan mual/ muntah (bekerja pada sentral, daripada di gaster) meningkatkan pemasukan cairan/ makanan.
- Mengevaluasi status hidrasi, fungsi ginjal dan penyebab/ efek ketidakseimbangan.
|
4. EVALUASI
a. Eksudat dapat dapat di keluarkan
b. Pola napas pasien menjadi efektif dengan RR 16-20 x / menit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar